Burner kompor yang tiba-tiba mati sering dianggap masalah besar padahal penyebabnya kerap sederhana: penumpukan sisa masakan, suplai gas tidak stabil, atau lubang injektor tertutup. Dengan pemeriksaan ringan, Anda dapat mengetahui kapan perlu memanggil teknisi dan kapan cukup melakukan pembersihan mandiri.
Tanda-Tanda Burner Akan Mati
- Api menyala tidak stabil, warnanya lebih kuning dari biasanya.
- Muncul bau gas tipis meski knob sudah posisi off.
- Permukaan kompor terasa panas berlebihan padahal api kecil.
- Terlihat kerak putih atau hitam pada lubang burner.
Langkah Aman Sebelum Teknisi Datang
Pastikan regulator dan selang gas dalam kondisi terkunci. Lepas kepala burner, lalu rendam dengan air hangat dan sedikit sabun. Gunakan sikat halus untuk membersihkan lubang injektor. Setelah kering, pasang kembali dan nyalakan kompor tanpa beban selama 2 menit untuk memastikan aliran gas kembali normal.
Kapan Harus Menghubungi Profesional?
Jika tercium bau gas kuat, segera buka jendela dan jangan menyalakan listrik. Hubungi teknisi ketika pemantik klik berkali-kali namun tidak ada api, atau ketika api kembali mati meski sudah dibersihkan. Teknisi Easy Service dapat mengganti seal, memeriksa tekanan gas, hingga menyetel ulang sistem keamanan internal kompor tanam.
Perbaikan dini mencegah kerusakan menyebar ke modul kontrol kompor. Biaya servis kecil hari ini jauh lebih hemat dibanding mengganti seluruh unit.
Tips Menjaga Burner Tetap Optimal
- Lap permukaan kompor setiap selesai memasak agar minyak tidak mengendap.
- Lakukan deep cleaning burner minimal sebulan sekali.
- Gunakan regulator berlabel SNI dengan fitur auto shut-off.
- Lakukan inspeksi teknisi setahun sekali untuk memastikan tidak ada kebocoran micropip.
Jika Anda membutuhkan bantuan profesional, hubungi Easy Service Surabaya melalui WhatsApp atau telepon. Kami siap membantu 24/7 untuk masalah burner mati maupun perawatan rutin lainnya.